Berikut ini rukun Khutbah Jum’at yang perlu dipahami sesuai syari’at

 

Sebagai seorang muslim tentunya kita sudah tahu bahwa sholat Jum’at adalah salah satu ibadah wajib yang harus dijalani dalam setiap minggu sekali. Dalam ibadah sholat um’at tentu ada rukun yang harus dijalani dan salah satunya adalah khutbah. Itu berarti bahwa khutbah adalah syarat agar sholat Jum’at dapat sah. Mengutip dari kitab Munha al-Thalibin wa Umdatul-Muftin, yang ditulis okeh Imam Nawawi dalam bab sholat umat bahwa syarat sah sholat umat salah satunya adalah khutbah. Nah kai ini kami akan memberikan informasi seputar rukun khutbah jumat yang perlu dipahami sesuai syariat. Bagi kalian yang penasaran, simak ulasannya sebagai berikut.

1. Memuji Allah SWT (Hamdallah)

Rukun khutbah jumat yang harus dilakukan pertama adalah melantunkan puji-puian kepada sang pncipta yaitu Allah SWT dengan mengucap hamdallah. Mengapa hal tersebut harus dilakukan? Bukan tak memiliki alasan melainkan Ittiba’an, yaitu mengikuti Sunnah Rasulullah SAW, dimana Rasulullah SAW melakukan hal itu ketika hendak memulai khutbah. Kita juga telah mengetahui bahwa segala sesuatu yang dilakukan Rasulullah SAW adalah ibadah, begitupula dengan khutbah jika Rasulullah melakukan hal itu maka itu adalah peraturan teknis yang harus diikuti. Bahkan Rasulullah SAW tak pernah khutbah kecuali memulai khutbah dengan hamdallah.

2. Membaca Shalawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Rukun khutbah kedua yang harus dilakukan yaitu membacakan shalawat kepada Rasulullah SAW. Kita smeua tahu bahwa khutbah merupakan ibadah dengan melakukan dzikir kepada Allah SWT untuk memuji sebagai kebutuhan kita sebagai seorang hamba. Tentu dengan dzikir kepada Allah SWT maka tak lupa kita juga harus memuji kekasihnya yaitu nabi Muhammad SAW. Maka dari itu setelah mengucap hamdallah maka kita membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Imam Nawawi menyebutkan terkait dengan hamdallah bahwa “sudah ditentukan yaitu ‘Alhamdulillah’ dan ‘Allahumma Shalli’ala Muhammad’.”

3. Wasiat Taqwa

Tentu saja segala sesuatu yang dilakukan Nabi Muhammad SAW yaitu I’ttiba merupakan sebuah kewajiban yang harus diikuti seperti rukun pertama dan kedua yang sudah kita bahas maka, wasiat taqwa juga merupakan rukun yang harus diikuti sebab Nabi Muhammad SAW melakukan hal itu. Selain dari ittiba sebenarnya, tujuan utama dari khutbah adalah memberikan nasihat dan peringatan, serta seruan untuk mengajak taqwa kepada Allah SWT. Maka dari itu jangan heran ketika khutbah kita diwanti-wanti untuk takut kepada Allah SWT.

4. Membaca Al-Qur’an

Dalam rukun selanjutnya memang memiliki kebabasan untuk membaca Al-Qur’an yaitu, kebebasan untuk membaca diakhir atau pada khutbah kedua. Substansi dari rukun ini adalah dimana ayat Al-Qur’an harus dibacakan dalam khutbah dan dalam hal ini khotib diberi kebebasan untuk memilih ayat Al-Qur’an apa saja. Meski begitu membaca ayat pada khutbah pertama ataupun kedua, para ulama al-Syafi’iyyah terutaa menganjurkan untuk menganggapnya sebagai sunnah dimana bacaan tersebut dilakukan pada khutbah pertama. Nah dalam Mazhab Syafi’I membaca ayat Al-Qur’an pada khutbah pertama adalah sunnah.

5. Mendoakan orang mukmin dalam khutbah kedua

Rukun khutbah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu mendoakan orang mukmin pada khutbah kedua. Dalam hal ini tema doa yang dibacakan juga tidak dikhususkan, yang terpenting doa tersebut adalah meminta ampunan atas segala dosa dengan membaca kalimat “Alllahumma-ghfir lil-mukminin pada khutbah jumat.

Nah itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan seputar rukun khutbah jumat sesuai syariat. Smeoga informasi di atas dapat bermanfaat.