Inilah Kesalahan Pembuatan Cover Letter yang Harus Dihindari

Chia sẻ kinh nghiệm viết study plan mẫu study plan hay khi du học Canada -  Cà phê du học

Pada dasarnya, cover letter pada sebuah surat lamaran tidak begitu diharuskan ada. Walaupun begitu, beberapa perusahaan masih tetap memberikan persyaratan untuk tetap memakainya pada setiap calon pelamar.

Keuntungan dalam membuat cover letter adalah dapat meningkatkan peluang kamu diterima oleh para perekrut. Meskipun begitu, kamu harus berhati-hati membuatnya karena suatu kesalahan dalam membuat cover letter bisa berujung tidak diterima.

Maka dari itu, pada artikel kali ini, kita akan bahas apa saja kesalahan yang harus dihindari saat membuat cover letter. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

  1.     Terlalu banyak membicarakan diri kamu sendiri

Hal pertama yang harus kamu hindari ketika membuat cover letter adalah jangan terlalu banyak membicarakan diri sendiri. Walaupun cover letter bisa dikatakan sebagai wadah untuk marketing, bukan berarti kamu berlebihan mengumbar prestasi.

Kamu boleh punya keahlian dan juga prestasi segudang, akan tetapi p jauh lebih penasaran tentang kontribusi kepada perusahaan. Di situlah, kamu diharapkan mampu menyampaikan hal itu di dalam cover letter.

  1.     Menceritakan Seluruh Pengalaman Kerja

Tidak jauh berbeda dengan sebuah CV, menuliskan seluruh pengalaman kerja terdahulu belum tentu membuat kamu terasa menonjol dari sudut mata perekrut. Justru tindakan yang seharusnya tepat adalah cukup fokuskan pada pengalaman kerja yang paling relevan dengan bidang yang kamu lamar.

Lalu, tekankan juga keahlian-keahlian yang mampu menunjang performa kerja kamu nantinya. Dengan fokus pada pengalaman kerja yang sesuai pada kualifikasi perusahaan, maka semakin besar pula kamu bisa diterima pekerjaan.

  1.     Melakukan Curhat

Perlu kamu perhatikan bahwa jangan samakan antara cover letter dengan buku harian. Walaupun kamu punya pengalaman tidak menyenangkan di kantor lama, jangan tumpahkan pada cover letter.

Jika kamu melakukan hal tersebut, maka citra buruk akan lebih didapatkan. Dibandingkan kamu meminta simpati, akan lebih baik kamu berusaha agar bisa dikagumi oleh rekruter.

  1.     Terlalu panjang

Apabila panjang maksimal CV yang ideal adalah dua halaman, maka usahakan isi cover letter kamu tidak lebih dari satu halaman. Hal ini dilakukan agar jangan sampai membicarakan hal-hal yang tidak perlu.

Selain itu, cover letter yang terlalu panjang justru tidak akan dibaca oleh pihak rekruter. Sebab, para rekruter masih harus membaca calon pelamar lainnya.

  1.     Isi yang Terlalu Biasa

Hal yang perlu dihindari selanjutnya adalah cover letter yang terlalu biasa. Sebisa mungkin, kamu harus menghindari isi cover letter yang terlalu biasa, kaku, atau umum.

Untuk itu, berusahalah untuk memberikan gambaran yang lebih spesifik. Jika kamu bermaksud menonjolkan seorang karyawan baik, utarakan hal itu dengan contoh-contoh yang pernah terjadi di tempat kamu dulu.

  1.     Terlalu mengagumi perusahaan

Pada dasarnya, menunjukan ketertarikan dan antusiasme kamu pada perusahaan yang dilamar dapat menjadi kunci untuk menarik hati perekrut. Namun, jangan sampai berlebihan dalam mengungkapkannya.

Tidak masalah jika kamu ingin memberikan sanjungan dan pujian tentang perusahaan. Akan tetapi, batasi agar kamu tidak terkesan penjilat bagi para atasan.

  1.     Typo

Terakhir yang mungkin paling penting dari poin sebelumnya adalah typo. Baik di dalam CV maupun cover letter, ejaan di dalam setiap kata yang ditulis tidak boleh luput dari perhatian.

Salah dalam menuliskan satu atau dua huruf memang sangat wajar. Akan tetapi, di mata para perekrut, hal itu adalah kesalahan besar dan itu termasuk saat menulis informasi perusahaan, nama dan jabatan, serta hal penting lainnya.

Demikian kesalahan pembuatan cover letter yang harus dihindari. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat.