Mengenal Apa Saja Mitos Seputar Backlink

Industri digital marketing dikelilingi dengan segudang mitos seputar backlink. Yang mana, banyak yang percaya terhadap mitos ini.

Di dalam artikel ini, kami akan mengungkap beberapa mitos seputar backlink yang populer dan sangat umum dipercayai oleh banyak kalangan.

Pembuatan backlink sangat membantu dalam SEO tetapi sebagian besar orang yang masih dikelilingi oleh Mitos dan kesalahpahaman tentang SEO menganggap bahwa pembuatan backlink berarti Black Hat SEO.

Backlink harus natural, artinya sebuah website tidak boleh menggunakan pendekatan Black Hat SEO untuk membuat backlink websitenya sendiri yang mana kualitas tautan secara signifikan lebih penting daripada kuantitas. Berikut ini merupakan pembahasan terkait mitos seputar backlink

Mitos Seputar Backlink Yang Perlu Diketahui

Berikut ini merupakan mitos seputar backlink yang memang sangat perlu anda ketahui agar tidak selalu salah paham hanya karena mitos.

1. Backlink no-follow Tidak Membantu

Mitos seputar backlink yang pertama yaitu link no follow memberi tahu Google untuk tidak meng-crawl ulang url dan tidak meneruskan pagerank ke halaman tertentu. Hal ini berarti bahwa jika kita memulai backlink situs dan memberi atribut dengan tautan “nofollow” kita tidak akan melihat lonjakan besar dalam hal traffic, peringkat, dan sebagainya.

Faktanya: Ada beberapa area utama di mana tautan “nofollow” memiliki efek yang lebih baik dan memberikan peningkatan peringkat serta otoritas domain website secara keseluruhan.

Backlink No Follow masih dapat mendatangkan trafic ke website. Selain itu, komentar serta postingan dapat menjadi no-follow yang bagus untuk membuat buzz. Jadi, sangat penting untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Nofollow & Dofollow Tag.

2. Jumlah Backlink Tidak Penting Sama Sekali

Hingga pada tahun 2014 kuantitas backlink sangat dibutuhkan oleh kebanyakan orang dan lebih fokus pada kuantitas daripada kualitas. Seseorang perlu mendapatkan ribuan backlink ke website mereka, yang sebenarnya membuat peringkat website menjadi tinggi untuk istilah yang relevan. Hal ini sudah jarang digunakan lagi dan menjalankan pendekatan ini hanya akan memicu penalti Google. Sekarang banyak orang yang lebih fokus pada backlink yang berkualitas dan meninggalkan kebutuhan kuantitas.

Faktanya: Didalam SEO Jumlah artikel sangatlah penting.

Misalnya, ada dua situs web, satu memiliki DA 90 dengan 25 tautan, dan yang lain memiliki DA 60 dengan 100 tautan. Lalu, mana yang akan mendapat peringkat yang lebih baik? Tentu saja, yang kedua. Tidak masalah DA kurang, tetapi karena jumlah tautannya yang banyak, peringkatnya lebih tinggi.

3. Komentar Blog Adalah Tautan Spam

Mitos seputar backlink lainnya adalah bahwa komentar blog memiliki reputasi yang buruk  dan dianggap sudah mati. Beberapa waktu lalu, SEO tidak berpihak pada hal-hal tersebut dan menganggapnya sebagai spam. Banyak orang yang demi mendapatkan tautan do-follow mulai berkomentar di berbagai blog secara berlebihan, yang dianggap sebagai spam.

Faktanya: Dalam hal membuat blog yang interaktif, komentar blog dianggap sebagai salah satu cara termudah. Hal ini dapat membantu dalam mendapatkan backlink yang relevan ke website dan mengarahkan trafik maksimum ke blog.

Demikian merupakan mitos seputar backlink yang sangat umum dipercayai oleh banyak kalangan dalam hal SEO. Bagi anda yang sedang bingung untuk membuat backlink dofollow atau sedang mencari backlink dofollow, alangkah baiknya anda menggunakan jasa backlink dofollow dari Exitobali.net. Dengan menggunakan jasa backlink dofollow yang sudah berpengalaman anda dapat meningkatkan jumlah backlink untuk website anda dan meningkatkan jumlah trafik setiap harinya.